Breaking News
recent

Mahasiswa Cupu & Kutu Buku Sasaran Empuk Gerakan Radikal


Jadilah mahasiswa yang aktif agar terhindar dari gerakan radikal. (Foto: Dok. Okezone)
Jadilah mahasiswa yang aktif agar terhindar dari gerakan radikal. (Foto: Dok. Okezone)


DEPOK - Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis prihatin dengan peristiwa teror bom Sarinah Thamrin yang diduga didalangi oleh pelaku bernama Bahrun Naim. Padahal Bahrun Naim diketahui merupakan lulusan perguruan tinggi negeri, Universitas Sebelas Maret (UNS).

"Sebetulnya itu bisa terjadi kepada siapa saja. Tak harus dari universitas mana pun. Kita ikut simpati sama UNS," ujarnya.

Anis menyebut, banyak pula mahasiswa yang tidak pandai bergaul dan biasa dikenal dengan istilah kutu buku paling mudah didekati paham radikalisme. Mereka menjadi sasaran empuk untuk direkrut.
"Tak lepas kemungkinan mahasiswa yang kutu buku, datang cuma kuliah pulang, datang pulang.

Mereka mudah didekati oleh yang merekrut. Biasanya disebut mahasiswa yang cupu-cupu," tuturnya.
Anis menambahkan tak bisa pula munculnya pelaku teror disalahkan dari pendidikan. Namun keterbukaan arus globalisasi justru membuat paham ini semakin mudah menyebar.

"Tentunya kita ini kan dalam pemberitaan selalu terbuka dengan visi misi mahasiswa berorganisasi. Ada yang non akademik atau akademik, ini efek dari globalisasi keterbukaan. Kejadian ini kan terjadi karena fungsi internet meluas. Kita tak bisa antisipasi ketahanan budaya filter budaya asing, arah negatif TIK," ungkapnya.

Anis menegaskan setiap kali terjadi potensi penyebaran paham itu pasti bukan di dalam kampus melainkan di luar kampus terkait erat jejaring mahasiswa itu sendiri. "Kita kan selalu melihat itu bukan di dalam UI. Bagaimana dia membuka jaringan dan ikut paham-paham tertentu," tutup Anis

Source : okezone.com

Teguh

Teguh

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.