
Sukses Kuliah di Jurusan Teknik karena Terinspirasi RA Kartini (Ilustrasi : Ist.)
JAKARTA - Banyak pahlawan zaman dulu yang sukses
menginspirasi kaum muda masa kini dalam melanjutkan tugas mereka. Baik
pemikiran Bung Hatta, semangat juang Ki Hajar Dewantara dalam bidang
pendidikan, maupun RA Kartini dengan perjuangannya terhadap emansipasi
wanita.
Rupanya perjuangan RA Kartini itu melekat kuat bagi mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Isabel. Berbeda generasi, Isabel mengaku sangat menikmati perjuangan emansipasi wanita yang dilakukan Kartini pada masanya.
"Saya sangat suka RA Kartini karena perjuangannya terhadap emansipasi perempuan. Bagaimana perempuan akhirnya memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan pria di berbagai bidang. Seperti saya yang kuliah di bidang teknik di mana perempuan merupakan kaum minoritas," kata Isabel ketika berbincang dengan Okezone, Senin (10/11/2014).
Menurut Isabel, perbandingan antara kaum perempuan dan laki-laki di Fakultas Teknik Undip sebesar 1:30 hingga 1:7 setiap kelas. Perjuangan RA Kartini menjadi suntikan motivasi ampuh bagi Isabel untuk mampu bersaing meski sebagai kaum minoritas.
"Di Fakultas Teknik Undip, jumlah perempuan sangat sedikit. Bisa dua hingga 10 orang dari jumlah total 60-70 mahasiswa dalam satu kelas. Makanya perjuangan perempuan di jurusan teknik sangat berat. Namun jika bandingkan dengan RA Kartini tentu tidak ada apa-apanya," paparnya.
Sebagai kaum minoritas, Isabel mengaku sempat minder karena kemampuan fisiknya diragukan. Beruntung, teman-teman sekelasnya yang mayoritas pria mau mengerti dan terus memberikan dukungan.
"Sempat diremehkan untuk kondisi fisik karena tiap bulan menstruasi. Sebab lulusan teknik kan kerja di lapangan, fisik dikuras tidak cuma otak. Maka saya buktikan ke teman-teman kalau saya tidak kalah dengan mereka. Toh mereka melihat sendiri hasilnya," ungkap Isabel.
Rupanya perjuangan RA Kartini itu melekat kuat bagi mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Isabel. Berbeda generasi, Isabel mengaku sangat menikmati perjuangan emansipasi wanita yang dilakukan Kartini pada masanya.
"Saya sangat suka RA Kartini karena perjuangannya terhadap emansipasi perempuan. Bagaimana perempuan akhirnya memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan pria di berbagai bidang. Seperti saya yang kuliah di bidang teknik di mana perempuan merupakan kaum minoritas," kata Isabel ketika berbincang dengan Okezone, Senin (10/11/2014).
Menurut Isabel, perbandingan antara kaum perempuan dan laki-laki di Fakultas Teknik Undip sebesar 1:30 hingga 1:7 setiap kelas. Perjuangan RA Kartini menjadi suntikan motivasi ampuh bagi Isabel untuk mampu bersaing meski sebagai kaum minoritas.
"Di Fakultas Teknik Undip, jumlah perempuan sangat sedikit. Bisa dua hingga 10 orang dari jumlah total 60-70 mahasiswa dalam satu kelas. Makanya perjuangan perempuan di jurusan teknik sangat berat. Namun jika bandingkan dengan RA Kartini tentu tidak ada apa-apanya," paparnya.
Sebagai kaum minoritas, Isabel mengaku sempat minder karena kemampuan fisiknya diragukan. Beruntung, teman-teman sekelasnya yang mayoritas pria mau mengerti dan terus memberikan dukungan.
"Sempat diremehkan untuk kondisi fisik karena tiap bulan menstruasi. Sebab lulusan teknik kan kerja di lapangan, fisik dikuras tidak cuma otak. Maka saya buktikan ke teman-teman kalau saya tidak kalah dengan mereka. Toh mereka melihat sendiri hasilnya," ungkap Isabel.
No comments:
Post a Comment