
Ilustrasi: suasana perkuliahan. (Foto: Shutterstock)
JAKARTA - Ketika kuliah S-1, banyak hal-hal
menyenangkan bisa kamu alami, mulai dari punya sahabat, punya pacar,
sampai tergabung dalam aktivitas kampus. Nah, lalu gimana ya rasanya jadi mahasiswa baru S-2?
Menurut seorang mahasiswi S-2 bernama Syifa, pola pembelajaran antara S-1 dengan S-2 sangat berbeda. "Kuliah S-1 full teori, sedangkan kuliah S-2 full aplikasi," ujarnya saat dihubungi Okezone belum lama ini.
Cewek berkerudung ini mengimbuhkan, kuliah S-2 lebih diajarkan untuk memecahkan masalah secara strategis. Sedangkan saat S-1 masih pada tahap pemecahan masalah secara teknis.
"Kalau S-2 ini kita diajarkan untuk pengambilan keputusan, enggak cuma eksekusi pekerjaan," imbuhnya.
Sementara mahasiswi S-2 lainnya bernama Lingga menuturkan, proses perkuliahan di jenjang S-2 menuntut mahasiswanya untuk kritis. Selain itu, literatur yang digunakan juga buku internasional semua.
"Aku kan ambil ilmu komunikasi, jadi memang harus kritis. Tugasnya juga beda, harus dalam analisisnya," ucap mahasiswi Universitas Indonesia (UI) ini.
Ketika S-2, kata Lingga, mahasiswa wajib bisa membedakan pendekatan atau perspektif suatu teori. Jadi, butuh usaha lebih untuk bisa paham suatu konsep.
"Jadi butuh usaha lebih untuk enggak sekadar baca, tapi juga bagaimana memahami konsepnya, setidaknya meminimalisasi kesalahpahaman," jelasnya.
Meski berat, cewek asal Bekasi ini mengaku tidak perlu takut menjalani kuliah S-2. Sebab, jika rajin bertanya dan diikuti pelan-pelan pasti semua bisa dihadapi dengan baik.
"Aku satu-satunya angkatan 2011 di kelas. Lainnya sudah pada senior di atas angkatan 2010. Walaupun mereka mungkin lebih berpengalaman, tapi aku juga berusaha mengikuti ritme pembelajaran dengan mereka," tandasnya.
Soerce: okezone.com
Cewek berkerudung ini mengimbuhkan, kuliah S-2 lebih diajarkan untuk memecahkan masalah secara strategis. Sedangkan saat S-1 masih pada tahap pemecahan masalah secara teknis.
"Kalau S-2 ini kita diajarkan untuk pengambilan keputusan, enggak cuma eksekusi pekerjaan," imbuhnya.
Sementara mahasiswi S-2 lainnya bernama Lingga menuturkan, proses perkuliahan di jenjang S-2 menuntut mahasiswanya untuk kritis. Selain itu, literatur yang digunakan juga buku internasional semua.
"Aku kan ambil ilmu komunikasi, jadi memang harus kritis. Tugasnya juga beda, harus dalam analisisnya," ucap mahasiswi Universitas Indonesia (UI) ini.
Ketika S-2, kata Lingga, mahasiswa wajib bisa membedakan pendekatan atau perspektif suatu teori. Jadi, butuh usaha lebih untuk bisa paham suatu konsep.
"Jadi butuh usaha lebih untuk enggak sekadar baca, tapi juga bagaimana memahami konsepnya, setidaknya meminimalisasi kesalahpahaman," jelasnya.
Meski berat, cewek asal Bekasi ini mengaku tidak perlu takut menjalani kuliah S-2. Sebab, jika rajin bertanya dan diikuti pelan-pelan pasti semua bisa dihadapi dengan baik.
"Aku satu-satunya angkatan 2011 di kelas. Lainnya sudah pada senior di atas angkatan 2010. Walaupun mereka mungkin lebih berpengalaman, tapi aku juga berusaha mengikuti ritme pembelajaran dengan mereka," tandasnya.
Soerce: okezone.com
No comments:
Post a Comment